Apakah Hand Sanitizer Berbahaya (Beracun) untuk Kucing?

Pandemi coronavirus alias COVID-19 saat ini telah membuat jutaan orang sadar akan pentingnya mencuci tangan, dan jika itu tidak memungkinkan, hand sanitizer bisa dipakai untuk mengurangi penularan pathogen berbahaya ini. Di media sosial beredar desas-desus bahwa pembersih tangan mengandung antifreeze (etilen glikol) yang merupakan racun yang dikenal untuk kucing,apakah benar bahaya Hand Sanitizer untuk kucing? Postingan asli telah dibagikan sebanyak 447.000 kali sebelum akhirnya dihapus oleh Facebook atau penulis aslinya.

bahaya Hand Sanitizer

Via: needpix

Bagi Anda yang memelihara kucing dan kebetulan menggunakan hand sanitizer untuk melawan coronavirus, Anda mungkin bertanya-tanya. Bagaimana sih fakta yang sebenarnya?

Apakah hand sanitizer mengandung bahan yang sama dengan antifreeze?

Situs cat-world membantah hal itu dan menyatakan bahwa hand sanitizer tidak mengandung etilen glikol karena bahan aktifnya adalah etil alkohol (alkohol yang sama dalam minuman beralkohol) atau isopropil alkohol (semangat bedah). Larutan alkohol yang mengandung 60% hingga 95% alkohol adalah yang paling efektif dalam membunuh patogen.

Semua alkohol beracun bagi kucing (dan manusia), tetapi seperti kata pepatah “dosislah yang membuatnya beracun.” Jumlah etil alkohol atau isopropil alkohol dalam semburan hand sanitizer hampir tidak berisiko bagi kucing. Kedua jenis alkohol ini mudah menguap, yang berarti mereka akan menguap (evaporasi) dalam hitungan detik ketika mereka bercampur dengan udara. Pada saat Anda sudah selesai mengoleskan hand sanitizer ke tangan Anda, alkohol sudah menguap.

Fakta menarik bahaya Hand Sanitizer

Dokter hewan menggunakan etanol sebagai penangkal keracunan etilen glikol (antifeeze). Enzim alkohol dehidrogenase (ADH) terlibat dalam langkah pertama dalam metabolisme etilen glikol menjadi metabolit toksiknya. Etanol bersaing dengan etilen glikol untuk alkohol dehidrogenase (ADH), oleh karena itu memungkinkan waktu untuk etilen glikol diekskresikan dalam keadaan yang tidak berubah dalam urin kucing.

Vodka biasa digunakan ketika alkohol obat tidak tersedia. Jangan coba ini di rumah kecuali Anda diperintahkan melakukannya oleh dokter hewan.

Keamanan dari bahaya Hand Sanitizer

Keamanan dari bahaya Hand Sanitizer

Via: Wikipedia

Kita semua ingin menjaga kucing kita tetap aman, tetapi rumor ini menakut-nakuti orang. Kecuali jika kucing Anda memutuskan untuk mengunyah sebotol hand sanitizer, menggunakannya di tangan Anda dan membelai kucing Anda bukanlah risiko. Risiko lebih besar adalah jika kita tidak mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal dua puluh detik atau tidak menggunakan hand sanitizer.

Jika Anda menggunakan hand sanitizer, ketahuilah bahwa itu tidak efektif jika tangan Anda terkontaminasi dengan minyak atau kotoran. Hand sanitiser baik jika Anda sedang di luar rumah dan tidak memiliki akses ke sabun dan air, atau sebelum dan sesudah mengunjungi kerabat yang sakit atau bayi baru lahir di rumah sakit.

Jangan menyentuh wajah Anda (mulut, hidung atau mata) dengan tangan Anda karena ini dapat memindahkan patogen (termasuk COVID-19) dari tangan Anda ke dalam tubuh, di mana infeksi dapat terjadi.

Selalu cuci tangan Anda segera setelah Anda kembali ke rumah, sebelum menyiapkan makanan dan makan, setelah menggunakan toilet, dan menyentuh hewan peliharaan.

Disinfeksi bahaya Hand Sanitizer untuk kucing

Bersihkan permukaan yang sering disentuh seperti bangku dapur dan gagang pintu secara teratur. Hindari desinfektan berbasis fenol yang beracun bagi kucing. Semprotan aerosol seperti Glen 20 bisa berisiko bagi kucing karena partikel halusnya mudah terhirup ke paru-paru.

Lebih aman untuk mencuci permukaan dengan pemutih atau disinfektan hewan di rumah yang dihuni hewan peliharaan. Selalu ikuti instruksi dari pabriknya dan jangan pernah mencampurkan disinfektan terutama pemutih dan amonia yang menghasilkan gas beracun.

Cara mendisinfeksi dengan pemutih

Pemutih (bleach) dinonaktifkan oleh bahan organik, oleh karenanya penting untuk menghilangkan kotoran dengan air panas dan deterjen sebelum Anda menerapkan larutan pemutih. Australian Government Department of Health merekomendasikan waktu kontak setidaknya sepuluh menit untuk membunuh virus COVID-19 dan setelah itu bersihkan area tersebut dengan air untuk menghilangkan residu pemutih.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan bahwa hand sanitizer sebenarnya tidak berbahaya untuk kucing (kecuali jika ditelan)? Jangan mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas di media sosial. Ingat, selalu cuci tangan Anda untuk menghindari penyebaran virus corona yang mematikan ini.

Komentar